Waspada Efek Menyalakan Kipas Angin Saat Tidur

Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis. Tak heran hampir setiap hari cuaca di Indonesia  khususnya diaerah perkotaan begitu panas. Tak jarang, saat sedang hujan pun udara masih  terasa panas. Hal itulah yang membuat banyak orang menggunakan kipas angin saat tidur agar terasa lebih adem.  Beberapa  orang banyak yang tidak bisa tidur jika tidak menyalakan kipas angin, tetapi banyak juga yang bahkan tidak bisa tidur dengan menyalakan kipas angin karena membuat hidungnya tersumbat.  Nah kamu termasuk orang yang mana?

Banyak yang beranggapan menggunakan kipas angin saat tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Ada juga yang bilang kalau kipas angin membuat keringat tidak bisa keluar dan mengendap di dalam tubuh.  Apakah hal tersebut benar atau tidak? Mari simak baik- baik ya penjelasannya.

Suhu yang panas bukan hanya terjadi di siang hari aja. Tetapi juga dapat terasa pada malam hari. Tak heran, hampir setiap rumah minimal memiliki 1 buah kipas angin.  Namun, banyak orang yang lupa mematikan kipas angin pada malam hari karena alas an ketiduran ataupun lainnya. Jika hal tersebut sering terjadi, akan dapat menimbulkan datangnya penyakit. Ada yang merasakan sakit di bagian tubuh ada juga yang merasakan pusing dan hidung terssumbat. Berikut dampak negatif yang terjadi akibat penggunaan kipas angin secara berlebihan.

  1. Dehidrasi

Jika kita berada di ruangan yang bersuhu dingin dalam waktu yang cukup lama, tubuh kita akan mengalami kekeringan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena udara dingin dari kipas dapat menyerap air dalam tubuh. Akibatnya kelembapan tubuh akan menurun sampai kita merasa kehausan(dehidrasi).

  1. Alergi debu

Didalam ruangan, hanya ada sirkulasi udara dari kipas angin  yang diputar. Sehingga kita  hanya menghirup kembali sisa pernapasan sendiri yang berasal dari kipas angin. Ketika kamar tidak bisa menyaring udara dengan baik, kipas angin dapat menyebarkan bakteri, kuman, bahkan virus udara. Kalau kipas angin kamu terus-terusan menyala, alhasil kipas angin menyedot debu-debu di dalam ruangan dan akhirnya debu-debu tersebut malah menyebar kearahmu. Hal demikian membuat kamu mengalami asma karena terserang debu, bahkan  batuk-batuk.

  1. Hipertemia terjadi ketika suhu tubuh mengalami peningkatan diatas 36’C saat tubuh tidak mampu menahan rasa panas. Maka dari itu, saat cuaca panas sebaiknya kita menyalakan kipas angin dengan kondisi adanya ventilasi dan semua jendela terbuka. Tubuh pun akan merespon dengan mengeluarkan keringat.
  2. Sistem saraf berubah menjadi tegang, sulit senyum, dan susah berkespresi. Hal itu diakibatkan suhu dingin yang terfokus pada bagian wajah secara terus menerus.
  3. Leher kaku bisa terjadi akibat dari pengaruh kipas angin karena kipas angin mengeluarkan angin dingin yang menyebabkan otot leher menjadi kaku bahkan kram loh!
  4. Penggunaan kipas angin semalaman juga dapat mengakibatkan masuk angin dan perut kembung

Walaupun memiliki dampak buruk bagi kesehatan, kipas angin pastinya juga mempunyai dampak positif salah satunya berguna untuk menjaga sirkulasi udara dan agar kamu tidak berkeringat sepanjang malam.  Nah mulai sekarang cobalah kamu mengurangi penggunaan kipas angin saat tidur. Walaupun susah, jika kamu terus mencoba kamu akan menjadi terbiasa tidur tanpa kipas angin. Ohiya jangan lupa tetap buka jendela atau pintu kamar saat menghidupkan kipas angin saat pagi, siang, dan sore hari ya agar udara bisa masuk ke dalam kamar.

About the Author: editor